PENTINGNYA KEBERSIHAN TANGAN BAGI PETUGAS KESEHATAN

Kebersihan tangan adalah proses secara mekanik melepaskan kotoran dan debris dari kulit tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir serta dengan menggunakan ). menggunakan handrub berbasis alkohol. Kebersihan tangan dilakukan dengan baik dan benar. Melakukan kebersihan tangan dengan sabun dan air mengalir, bila tangan tampak atau terasa kotor, terkontaminasi dengan darah maupun cairan tubuh, dan bila berpotensi membentuk spora kuman. Melakukan handrub dengan cairan berbasis alkohol, dilakukan bila tangan tidak tampak kotor. Kebersihan tangan penting dilakukan untuk mengurangi HAIs (Healthcare Assosiated Infections) karena transmisi kuman pathogen berasal dari tangan petugas, diantara pasien, pasien yang sama dan dari pasien ke petugas serta dari lingkungan. Kebersihan tangan dilakukan pada 5 moment dan 6 langkah kebersihan tangan.

1. Kebersihan Tangan dengan Cairan Antiseptik Handrub adalah Melakukan kebersihan tangan dengan menggunakan cairan antiseptik yg berbahan dasar alkohol di seluruh permukaan tangan

2. Kebersihan Tangan dengan Sabun Antiseptik dan Air Mengalir (Handwash) adalah Melakukan kebersihan tangan dengan menggunakan sabun/cairan antiseptik dan air mengalir

Kebersian tangan penting dilakukan karena di tangan terdapat flora normal yaitu flora resident dan transient. Flora resident hidup permanen dalam lapisan yang lebih dalam (epidermis) lebih sulit untuk dihalau. Sering dihubungkan dengan infeksi misal S.coagulase negative ditransmisikan melalui kontak dan bahaya lebih serius dalam Rumah Sakit ; S. Aureus, jamur, Gram Negatif.

Mikroorganisme yang tinggal dilapisan kulit yang lebih dalam serta didalam folikel rambut, dan tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, bahkan dengan pencucian dan pembilasan dengan sabun dan air bersih Flora transient merupakan mikroorganisme yang berada di lapisan kulit, diperoleh melalui kontak dengan pasien, petugas kesehatan lain atau permukaan yang terkontaminasi (mis:meja periksa, tempat tidur dll) selama bekerja. Flora transien tinggal di lapisan luar kulit dan terangkat sebagian dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir

Kebersihan tangan dilakukan di wilayah :

a. Zona Pasien meliputi: pasien dan benda-benda di sekitar pasien, termasuk permukaan benda di sekitar pasien seperti tempat tidur, meja di samping tempat tidur, sprei, tabung infus dan peralatan medis lainnya.

b. Area perawatan meliputi seluruh permukaan di dalam ruang perawatan diluar zona pasien X, termasuk pasien lain dan zona pasien lainnya tersebut. Di area perawatan ini banyak terdapat berbagai mikroorganisme, termasuk mikroorganisme yang multi-resisten.

Kebersihan tangan yang tepat dan benar dapat dilakukan dengan dua cara :

A. Handwash (Melakukan Kebersihan Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir)

Kebersihan tangan dengan sabun dan air mengalir dilakukan apabila tangan tampak kotor dengan waktu 40 – 60 detik, dimana setiap langkah dilakukan 4 hitungan.

Langkah – langkah :

 Buka kran dan basahi tangan dengan air

 Tuangkan sabun cair 3- 5 cc

Lakukan kebersihan tangan dengan baik dan benar :

1. Gosok kedua telapak tangan hingga merata

2. Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya.

3. Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari

4. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci tautkan dan saling digosokkan.

5. Gosok ibu jari kiri berputar kearah bawah dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya.

6. Gosokkan ujung ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri dengan gerakan memutar dan sebaliknya.

 Bilas tangan dengan air bersih

 Keringkan tangan dengan menggunakan kertas/tissu sekali pakai

 Gunakan handuk kertas tersebut untuk memutar kran sewaktu mematikan air

B. Handrub Antiseptik (Tehnik Mencuci tangan dengan airan berbasis Alkohol)

Penggunaan handrub antiseptik untuk tangan yang bersih lebih efektif membunuh flora residen dan flora transien daripada mencuci tangan dengan sabun antiseptik atau dengan sabun biasa dan air. Antiseptik ini cepat dan mudah digunakan serta menghasilkan penurunan jumlah flora tangan awal yang lebih besar. Handrub anti septik juga berisi emolien seperti gliserin, glisol propelin, atau serbitol yang melindungi dan melembutkan kulit.

TeknikMencuci Tangan dengan Handrub Antiseptik harus dilakukan seperti di bawah ini :

 Tuangkan cairan handrub 3 – 5 cc berbasis alkohol ke dalam tangan lakukan 6 langkah gerakan mencuci tangan. Gosok kedua telapak tangan hingga merata

Gosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya.

Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari

Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci tautkan dan saling digosokkan.

Gosok ibu jari kiri berputar kearah bawah dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya.

Gosokkan ujung ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri dengan gerakan memutar dan sebaliknya.

Setiap gerakan dilakukan sebanyak 4 (empat) kali. Lamanya seluruh prosedur selama 20-30 detik. Setelah melakukan Handrub 3 kali atau bila tangan sudah tidak nyaman, lakukancucitangandengan air mengalir.

Handrub antiseptik tidak menghilangkan kotoran atau zat organik, sehingga jika tangan sangat kotor atau terkontaminasi oleh darah atau cairan tubuh, harus mencuci tangan dengan sabun dan air terlebih dahulu. Selain itu, untuk mengurangi ”penumpukan” emolien pada tangan setelah pemakaian handrub antiseptik berulang, tetap diperlukan mencuci tangan dengan sabun dan air setiap kali setelah 5 kali aplikasi handrub. Terakhir, handrub yang hanya berisi alkohol sebagai bahan aktifnya, memiliki efek residual yang terbatas dibandingkan dengan handrub yang berisi campuran alkohol dan antiseptik seperti Chlorheksidin. Astrid, S.Kep, M.Kep